Latar belakang dan Sejarah Perkembangan Program Studi

Dalam perspektif Islam, pendidikan sebagai bagian integral untuk membangun individu dan bangsa sejak Islam diturunkan. Hal ini dapat dilihat dari munculnya ayat pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yaitu tentang pendidikan, yaitu: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu agungkanlah. Dia yang telah mangajarkan manusia dengan perantara kalam. Mengajarkan manusia tentang sesuatu yang belum diketahuinya". (QS. Al- 'Alaq: 1-5).

Ayat ini menandakan sejak manusia dilahirkan menuntut untuk mendapatkan pendidikan. Bahkan jauh sebelum anak tersebut dilahirkan harus mendapatkan pendidikan. Pendidikan sejak dini menjadi persoalan krusial untuk dikembangkan dalam mempersiapkan generasi Islami yang berkualitas, kompetatif, dan berkarakter. Pendidikan untuk raudhatul athfal, dengan demikian, menjadi sangat signifikan dan mendesak untuk diwujudkan. Pendidikan raudhatul athfal secara teoritis berada pada usia anak antara 4-6 tahun. Usia ini merupakan bagian dari anak usia dini yang merupakan rentangan usia lahir sampai enam tahun. Pada usia ini secara terminologis disebut sebagai anak usia pra-sekolah. Usia 4-6 tahun merupakan masa usia golden age (usia keemasan). Pada masa usia ini terjadi lonjakan luar biasa pada perkembangan anak dan berpengaruh besar di periode berikutnya. Hal ini menggambarkan sebuah potensi luar biasa yang harus dikembangkan dan melejitkan potensi perkembangan anak. Melejitkan potensi perkembangan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan asupan gizi seimbang, perlindungan kesehatan, asuhan penuh kasih sayang, dan rangsangan pendidikan sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Usia di masa ini dapat juga dipersepsi sebagai masa kepekaan bagi anak. Pada masa ini, anak sudah mulai sensitive untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh Kurikulum KKNI Prodi PGRA FAI UIR Pekanbaru 2 potensi anak. Masa peka adalah masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulus yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sossial emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Oleh karena itu dibutuhkan kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan anak terbentuk secara optimal.

Untuk mengembangan hal di atas diperlukan pendidik professional dan handal dalam upaya pengembangan potensi perkembangan anak anak tersebut dapat muncul dengan maksimal. Pendidik yang memiliki karakter Islami yang mampu membelajarkan siswa dalam rentang usia raudhatul athfal secara Islami, kompetatif, dan bermartabat. Dengan demikian, pendidik harus dipersiapkan untuk mendidik anak didik dengan kegiatan bermain sambil belajar dan menenyenangkan hingga potensi-potensi tersebut dapat berkembang dengan maksimal.

Berdasarkan hal di atas, pada usia ini diperlukan sebuah model pendidikan yang dapat menjembatani usia perkembangan tersebut, tak terkecuali juga pendidik di dalamnya. Lembaga pendidikan Raudhatul Athfal perlu mendapat perhatian serius untuk perkembangan dan kemajuannya dalam hal penyiapan generasi Islami, tangguh, bermartabat dan cerdas. Saat ini kecerdasan mengalami perkembangan yang luar biasa. Berdasarkan penelitian Pusat Kurikulum, Balitbang Kementerian Pendidikan Nasional tahun 1999 menunjukkan bahwa hampir pada seluruh aspek perkembangan anak yang masuk TK mempunyai kemampuan lebih tinggi dibanding dengan anak yang tidak masuk TK di kelas I SD. Data angka mengulang kelas tahun 2001/2002 untuk kelas I sebesar 10.85%, kelas II sebesar 6.68%, kelas III sebesar 5.48%, kelas IV sebesar 4.28%, kelas V sebesar 2.92%, dan kelas VI sebesar 0.42%. Data ini menggambarkan bahwa angka mengulang kelas pada kelas I dan II lebih tinggi dari kelas lain.

Bila melihat data di atas menginformasikan bahwa pendidikan Raudhatul Athfal masih sangat penting bagi proses perkembangan anak didik sebagai dasar memasuki tingkat pendidikan berikutnya. Tuntutan bagi pengembangan Raudhatul Athfal untuk berkualitas dan maju menjadi sesuatu yang harus diwujudkan. Salah satu langkah yang dapat dicapai untuk Kurikulum KKNI Prodi PGRA FAI UIR Pekanbaru 3 tugas besar itu adalah dengan mempersiapkan pendidik Islami, handal, berkarakter, dan kompetatif dalam proses perwujudannya.

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru menganggap urgen bagi perwujudan ide di atas dan sebagai salah satu tugas penting dalam proses pengembangan dan percedasan kehidupan bangsa. Perwujudan ide dapat dilakukan dengan membuka program studi baru dalam jurusan Tarbiyah program studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA). Program studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) didirikan untuk menyiapkan guru-guru professional yang mampu mendidikan anak seusia perkembangan raudhatul athfal sebagai langkah penyiapan generasi muda berkualitas ke depan.

"Pusat keunggulan studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) dan pengembangan sumber daya manusia di Provinsi Riau tahun 2020."

Misi Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal

  1. Membentuk tenaga pendidik Raudhatul Athfal (RA) yang Islami, profesional, kompetitif, dan berkarakter.
  2. Membentuk tenaga pendidik Raudhatul Athfal (RA) yang menguasai teori dan praktek.
  3. Membentuk tenaga pendidik Raudhatul Athfal (RA) yang mampu menerapkan dan mengembangkan keilmuan di dalam masyarakat.
  4. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran Raudhatul Athfal (RA) dengan ilmu terkait sebagai proses penyiapan guru Raudhatul Athfal (RA) profesional.
  5. Mengembangkan penelitian Raudhatul Athfal (RA) untuk kepentingan akademik dan masyarakat.
  6. Meningkatkan peran serta dalam upaya membantu menyelesaikan persoalan terkait dengan Raudhatul Athfal (RA) di Propinsi Riau.
  7. Memperlus kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

Tujuan Pendidikan Guru Raudatul Athfal

Untuk mencapai misi yang telah ditetapkan diatas, Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) Fakultas Agama Islam (FAI) UIR Pekanbaru menetapkan tujuan secara komprehensil Yaitu :

  1. Melahirkan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan akademik dan professional di bidang Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA).
  2. Melahirkan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan dalam mengembangkan tridharma perguruan tinggi bidang Raudhatul Athfal (RA) di masyarakat.
  3. Melahirkan tenaga pendidik lulusan sarjana Pendidikan Guru Raudhatul Athfal(PGRA) yang Islami, profesional, berkarakter, kompetitif dan Inovatif.

Sasaran dan Strategi Pencapaian Pendidikan Guru Raudhatul Athfal

Sasaran yang ingin dicapai adalah:

  1. Tingkat kepuasan mahasiswa dalam aspek pembelajaran dan akademis pada setiap semester minimal 85%
  2. Tingkat kepuasan mahasiswa dalam aspek minat dan bakat pada setiap semester minimal 85%
  3. Setiap perkuliahan dilengkapi dengan silabus, satuan acara perkuliahan, dan bahan ajar.
  4. Tingkat kehadiran dosen di ruang kuliah setiap semester minimal 75%.
  5. Tingkat kehadiran mahasiswa di ruang kuliah setiap semester minimal 75%.
  6. Indeks Prestasi (IP) rata-rata mahasiswa setiap semester minimal 3.15.
  7. Masa studi sarjana strata satu adalah 8 (delapan) semester.
  8. Lulusan langsung memperoleh pekerjaan setelah menamatkan studi sarjana strata satu.
  9. Terjalinnya hubungan yang baik antara jurusan/program studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) dengan sekolah-sekolah mitra RA, TK Islam dan PAUD.
  10. Terjadinya inovasi pembelajaran pada sekolah-sekolah mitra.

Strategi pencapaiannya adalah :

  1. Melakukan monitoring dan evaluasi perkuliahan secara teratur dari fakultas dan jurusan.
  2. Memotivasi dan memfasilitasi dosen menyusun silabus, satuan acara perkuliahan (SAP), dan bahan ajar.
  3. Memotivasi dan memfasilitasi dosen untuk meningkatkan dan menggunakan multi media dalam perkuliahan.
  4. Mengoptimalkan fungsi penasehat akademik.
  5. Melengkapi sumber belajar dalam bentuk cetak maupun elektronik.
  6. Merevisi kurikulum, silabus dan bahan ajar secara berkala.
  7. Meningkatkan kerjasama dengan stakeholders, alumni, dan pihak-pihak terkait.
  8. Melakukan sosialisasi visi dan misi, serta kompetensi program studi secara intensif.
  9. Berpartisipasi aktif dalam pertemuan kolegial.
  10. Menempatkan mahasiswa melakukan praktek pengalaman lapangan di berbagai instansi terkait.

Kurikulum Pendidikan Agama Islam