Literasi Keuangan Syariah pada Generasi Z di Era Digital di SMAS Bequranic Bengkalis

Bengkalis, 4 April 2026 — Dalam rangka meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah, telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Literasi Keuangan Syariah pada Generasi Z di Era Digital” di SMAS Bequranic Bengkalis.

Kegiatan ini diprakarsai dan dilaksanakan oleh Ag. Maulana, S.E., M.E., selaku dosen Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau (FAI UIR). Kegiatan ini diikuti oleh para siswa SMAS Bequranic Bengkalis dengan antusiasme yang tinggi.

Dalam pemaparannya, Ag. Maulana menyampaikan pentingnya literasi keuangan syariah di kalangan generasi Z, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang memudahkan akses terhadap berbagai layanan keuangan. Namun demikian, kemudahan tersebut juga diiringi dengan berbagai risiko, seperti maraknya praktik pinjaman online ilegal dan judi online yang dapat merugikan generasi muda.

Beliau menekankan bahwa generasi Z perlu memiliki pemahaman yang kuat terkait prinsip-prinsip keuangan syariah, seperti larangan riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (judi), agar mampu mengambil keputusan finansial yang bijak dan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) antara pihak FAI UIR dan SMAS Bequranic Bengkalis sebagai bentuk komitmen kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan prosesi serah terima plakat dan souvenir sebagai simbol penghargaan dan kenang-kenangan antara kedua belah pihak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sinergi yang berkelanjutan guna meningkatkan kualitas literasi keuangan syariah di kalangan pelajar.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat lebih memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat, bijak, dan sesuai dengan prinsip syariah, serta mampu menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan.